Kamis, Desember 15, 2011

AGAMA lain di Indonesia Selain Agama Kristen Protestan


    1. Agama Islam
Islam adalah Agama yang mengimani satu Tuhan, Islam secara bahasa (secara lafaz) memiliki beberapa makna.
Islam terdiri dari huruf dasar (dalam bahasa Arab): "Sin", "Lam", dan "Mim".
Beberapa kata dalam bahasa Arab yang memiliki huruf dasar yang sama dengan “ ISLAM” memiliki kaitan makna dengan islam.
Islam secara bahasa adalah : Islamul wajh (menundukkan wajah), Al istislam (berserah diri), As salamah (suci bersih), As Salam (selamat dan sejahtera), As Silmu (perdamaian), dan Sullam(tangga,bertahap,atau taddaruj). Secara istilah, Islam berarti wahyu Allah, diin para nabi dan rasul, pedoman hidup manusia, hukum-hukum Allah yang ada di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dan dia merupakan jalan yang lurus, untuk keselamatan dunia dan akhirat.
  1. Nama kitab suci Agama Islam : Al-Qur'an.
  2. Nama pembawa Ajarannya : Nabi Muhammad SAW
  3. Permulaan : Kurang/lebih 1400 tahun lalu.
  4. Nama tempat peribadatan : Masjid.
  5. Hari besar keagamaan : Muharram, Asyura, Maulud Nabi, Isra' Mi'raj, Nuzulul Qur' an, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah.

    1. Agama Hindu
Agama Hindu adalah sinkretisme antara kebudayaan Arya dan Dravida yang menyembah banyak dewa. Sifatnya Politeisme. Pada agama hindu, tiap dewa merupakan lambing kekuatan alam sehingga perlu disembah. Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimurti (Brahma: Dewa pencipta, Wisnu: Dewa pemelihara, Siwa: Dewa Perusak); Pertiwi: Dewi Bumi; Surya: Dewa matahari; Bayu: Dewa Angin; Baruna: Dewa Laut dan Agni: Dewa Api.

  1. Nama kitab suci Hindu : Weda
  2. Nama pembawa Ajaran: -
  3. Permulaan : Masaprasejarah.
  4. Nama tempat peribadatan : Pura.
  5. Hari besar keagamaan : Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan.

    1. Agama Buddha
Buddha dalam Bahasa Sansekerta adalah : Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan
sejati dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui, Buddha merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha dianggap "Buddha bagi waktu ini".
Penganut Buddha tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai sang hyang
Buddha pertama atau terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yang menemukan
Dharma atau Dhamma (yang bermaksud: Kebenaran; perkara yang sebenarnya, akal budi,
kesulitan keadaan manusia, dan jalan benar kepada kebebasan melalui Kesadaran,
datang selepas karma yang bagus (tujuan) dikekalkan seimbang dan semua tindakan
buruk tidak mahir ditinggalkan).
  1. Nama kitab suci Buddha : Tri Pitaka.
  2. Nama pembawa Ajarannya : Sidharta Gautama.
  3. Permulaan : Kurang/lebih 2.500 tahun lalu.
  4. Nama tempat peribadatan : Vihara.
  5. Hari besar keagamaan : Waisak dan Katina.

    1. Agama Suku
Sebagai sebuah komunitas, suku Noaulu menyebut agama mereka dengan sebutan agama hindu. Tetapi praktek keagamaannya berbeda dengan agama hindu yang kita kenal.
2 hal yang menjadi ritual suku Noaulu ialah: Ritual Pataheri bagi anak yang beranjak dewasa. Tradisi merah atau Cidaku sebagai simbol kemandirian bagi anak yang beranjak dewasa. Tradisi itu biasanya disertai dengan keharusan setiap orang yang mengikuti, diharuskan memenggal kepala manusia untuk dipersembahkan bagi pembangunan rumah adat. Tradisi potong kepala dalam makna kebudayaan tradisional masyarakat Noaulu memiliki makna sakral bagi sebuah penyembahan. Kepala manusia memberikan makna simbolis bagi kelangsungan hidup secara lebih kuat.
Dalam hal penyembahan kepala manusia, ada pula hukum yang mengatur tentang kepala yang mau dipenggal. Menurut ajaran suku Naoulu, setiap orang yang ingin mengikuti tradisi potong kepala harus memotong kepala manusia yang bukan berasal  dari suku Naoulu atau yang berada di luar suku Naoulu.
Masyarakat Naoulu memiliki keyakinan akan adanya Tuhan dimana segala kejadian yang dialami oleh manusia sudah merupakan perjanjian antara manusia dengan Tuhan. Tuhan dalam pengertian suku Naoulu adalah sesuatu yang dianggap mengatur segala yang ada di alam. Tetapi bentuk larangan dan perintah apa yang dimaksud Tuhan, tidak didapati melalui kitab-kitab seperti pada agama-agama formal.

    1. Agama Kong Hu Chu
Kong Hu Chu adalah pendiri Konfusianisme. Selama dua ribu tahun lebih ini, pengaruh fikiran Konfusianisme terhadap Tiongkok tidak hanya di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan, tapi juga pada perilaku dan cara berpikir setiap orang Tionghoa. Bahkan ada ilmuwan asing yang menganggap pikiran Konfusianisme sebagai pikiran agama di Tiongkok. Padahal, aliran pikiran Konfusianisme hanya salah satu dari sekian aliran pikiran pada zaman kuno Tiongkok. Konfusianisme adalah semacam pikiran filsafat, bukan agama. Namun, dalam masyarakat feodal sepanjang 2000 tahun lebih, Konfusianisme dijunjung sebagai pikiran ortodoks dan menempati kedudukan monopoli yang terhormat. Pikiran Kong Hu Chu tidak saja telah membawa pengaruh yang mendalam dan menjangkau jauh terhadap kebudayaan Tiongkok, tapi juga telah mempengaruhi sejumlah negara di Asia. Sampai zaman sekarang ini, pengaruh fikiran Kong Hu Chu boleh dikata sudah tidak terbatas hanya di Tiongkok dan Asia saja karena jejak warga Tionghoa sudah meliputi seluruh dunia.
Adapun Kong Hu Chu dilahirkan pada tahun 551 sebelum Masehi dan meninggal pada tahun 479 sebelum Masehi, atau lebih seratus tahun sebelum Aristotle, filsuf terkenal Yunani zaman kuno. Ayah Kong Hu Chu meninggal ketika ia baru berusia tiga tahun. Sejak itu, ia ikut ibunya pindah ke Provinsi Shandong Tiongkok Timur. Nama Kong Hu Chu dalam Kong Qiu, ?Kongzi? atau Kong Hu Chu ( dalam bahasa Tionghoa Kong Fuzi) adalah panggilan kehormatan untuk Kong Hu Chu. Pada zaman kuno Tiongkok, sebutan ?zi? di belakang nama keluarga seseorang merupakan sebutan terhormat bagi orang tersebut.
Pikiran Kong Hu Chu tentang kasta yang ketat dan tentang reformasi politik sesuai dengan kepentingan klas berkuasa, menguntungkan kestabilan sosial dan mendorong kemajuan masyarakat pada waktu itu. Kong Hu Chu menandaskan norma etika dan ketertiban. Ia menganggap pembangkangan bawahan terhadap atasan dan pembangkangan seorang anak terhadap ayahnya sebagai kesalahan atau kejahatan serius. Menurut teorinya, seorang raja harus menyelenggarakan negara dengan sebaik-baiknya, dan seorang penduduk biasa harus setia kepada rajanya. Setiap orang mempunyai banyak identitas, bisa sebagai anak sekaligus ayah dan menteri, namun ia harus tahu menarik garis pemisah yang jelas sesuai dengan statusnya pada kesempatan berbeda. Dengan demikian, negara akan damai dan rakyat akan dapat hidup tenteram.
Ajaran Kong Hu Chu sangat padat isinya dan banyak di antaranya sampai sekarang masih sangat bernilai. Banyak perkataan Kong Hu Chu yang dimuat dalam Analeka kini telah menjadi ungkapan yang sering dipakai. Misalnya Kong Hu Chu pernah mengatakan: di antara tiga orang yang sedang berjalan, pasti ada seorang yang bisa saya jadikan guru, artinya setiap orang mempunyai kelebihan masing-masing, maka antara satu sama lain harus saling belajar.

    1. Agama Kristen Katolik
Kata Katolik sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan" atau "umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani katholikos yang menggambarkan sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus. Setelah Reformasi Protestan istilah Katolik atau 'Katolisisme kemudian secara spesifik menunjuk pada gereja Katolik Roma untuk membedakan dengan Kristen Protestan yang dimulai oleh aksi protes Martin Luther. Di Indonesia, pemerintah mengakui agama Kristen Protestan (Kristen) dan Kristen Katolik (Katolik) sebagai agama yang terpisah meskipun keduanya sebenarnya merupakan agama yang sama-sama berpusat pada Yesus Kristus, akibatnya kata Katolik seringkali dianggap di luar/berbeda dengan Kristen. Gereja Katolik Roma yang membawahi gereja Katolik seluruh dunia adalah sebuah gereja Kristen yang berawal dari Yerusalem dan yang berada dalam kesatuan penuh dengan keuskupan Romawi (penerus rasul Petrus, Paus pertama)
Gereja Katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang, baik menurut Kitab Suci maupun Tradisi Suci dan sejarah Gereja. Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut:
·         Baptis
·         Penguatan/Krisma
·         Ekaristi
·         Pengakuan dosa
·         Pengurapan orang sakit
·         Imamat
·         Pernikahan
Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus menyebut sakramen sebagai "tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar